Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Studi Kasus Menggunakan Model Komputer Dinamik


PENGETAHUAN KONTEN SUBYEK KIMIA MAHASISWA CALON GURU  : STUDI KASUS MENGGUNAKAN MODEL KOMPUTER DINAMIK

Jurnal : Probing student teachers’ subject content knowledge in chemistry: casestudies using dynamic computer models

 By : Rob Toplis – Chemistry  Education Research and  Practice., 2008, 9, 11–17

I.   LATAR BELAKANG MASALAH

Software komputer ChemSense menyediakan teknik pemodelan partikel dan proses dari yang sederhana hingga kompleks untuk mengilustrasikan reaksi kimia dan membantu mahasiswa calon guru untuk memvisualisasikan dan menjelaskan fenomena. Animasi proses kimia dapat dikonstruksi  sendiri menggunakan toolbox sederhana secara frame by frame, sehingga dapat mendukung penalaran dan diskusi tentang perubahan submikroskopik yang terjadi selama reaksi.

Melalui penelitian ingin diketahui pengetahuan mereka setelah menggunakan  sofware ChemSense. Adapun rumusan masalahnya adalah :  Bagaimanakah wawasan pengetahuan subyek mengenai proses kimia  setelah  mahasiswa calon guru menggunakan komputer pemodelan dinamik  ?

II.  TINJAUAN TEORITIS

Representasi  merupakan salah satu  model  yang berperan utama dalam sains  dan bagian yang tak dapat terpisahkan dalam mempelajari kimia. Representasi menolong siswa memvisualisasikan dunia sub-mikroskopik dari proses kimia sebagai suatu cara eksplanasi  fenomena makroskopik. Representasi tradisional dalam pendidikan kimia dapat berbentuk diagram, grafik, simbol dan model padat. Perkembangan teknologi komputer memungkinkan representasi divisualisasikan melalui perangkat lunak yang sesuai.

III. METODOLOGI

Studi kasus terhadap enam mahasiswa calon guru sekolah menengah  yang tengah  mengikuti sertifikasi post- graduate dalam pendidikan selama satu tahun dan berasal dari berbagai  jurusan IPA yang memiliki pengalaman dan kualifikasi  kemampuan kimia berbeda–beda. Awalnya mereka diperkenalkan dengan model partikel NaCl dalam air menggunakan software komputer. Proses kimia reaksi pembakaran, netralisasi, dekomposisi termal dan pengendapan didiskusikan bergiliran dan mereka harus mendeskripsikan perubahan warna reaktan dan produk bila ada. Kemudian diberi model mengenai proses kimia itu dengan ChemSense. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk elisitasi eksplanasi tentang animasi  setiap frame, hasilnya  dianalisis untuk mengetahui :1) konsistensi antara model dan eksplanasi;2)pengetahuan kimia (tipe dan sudut ikatan, jumlah atom); 3) urutan kejadian selama animasi proses kimia. Evaluasi tertulis dilakukan untuk menilai sendiri pengembangan pengetahuan setelah menggunakan ChemSense.

IV. HASIL PENELITIAN

Analisis data menunjukkan : 1) terjadi miskonsepsi mengenai atom bebas yang bergerak saling bertumbukan pada tahap intermediat pemutusan dan pembentukan ikatan reaksi metana dan oksigen ;2) kurangnya pengetahuan tentang sudut ikatan dan model vibrasi ikatan tidak digunakan ; 3) HCl  dalam air digambarkan sebagai molekul HCl; 4) mengalami keraguan membedakan ikatan kovalen dengan ikatan ion ; 5) memvisualisasikan proses kimia dengan urutan ; reactants →  intermediates  →   products , namun mengabaikan  pemutusan ikatan; 6). Adanya keterbatasan kemampuan memanipulasi model 2D menjadi 3D dengan toolbox yang tersedia; 7) ChemSense dapat memotivasi dan mengaktifkan diskusi antara mahasiswa calon guru; 8) Hasil evaluasi diri menunjukkan adanya perbaikan pengetahuan sebelum dan sesudah menggunakan ChemSense, yaitu mengenai proses reaksi pembakaran dan dekomposisi termal, namun untuk reaksi netralisasi dan presipitasi masih mengalami keraguan dan ketidakpastian.

V. KESIMPULAN

Alasan mahasiswa mengalami miskonsepsi kemungkinan; 1) berasal dari hasil belajar kimia pada usia sebelum 16 thn yang resisten untuk diubah. Gagasan atom bebas yang stabil muncul akibat adanya definisi ambigous tentang atom, memahami ikatan kimia dalam term kulit yang penuh , aturan oktet dan konotasi atom ‘ingin’ atau ‘perlu’stabil; 2) Konsepsi yang mereka miliki telah terfragmentasi dan terdistorsi; 3) memiliki multiple framework yang digunakannya untuk eksplanasi fenomena baru; 4) ChemSense bermanfaat untuk menyelidiki terjadinya konsepsi siswa.

VI. KOMENTAR

A. Keunggulan : 1). Latar belakang masalah, rumusan masalah, analisis data dideskripsikan dengan jelas ; 2) temuan dan kesimpulan dibahas lengkap ; 3)contoh program ChemSense dapat di download dan freeware

B. Kelemahan : 1) Ketidaksesuaian antara rumusan masalah dengan kesimpulan. Kesimpulan lebih banyak membahas faktor-faktor penyebab miskonsepsi berdasarkan kajian literatur ; 2) Tidak ada tes awal untuk menjaring konsepsi awal. 3) Fokus penggunaan ChemSense lebih ditujukan untuk menjaring miskonsepsi dan bukan untuk memperbaiki konsepsi ; 3) sampel penelitian terlalu kecil (6 orang) sehingga temuannya mungkin tidak mewakili keadaan sebenarnya.

Jurnal :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: