Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Representasi Submikroskopik Sebagai Alat Evaluasi Konsepsi Siswa


Representasi Submikroskopik Sebagai Alat Untuk Mengevaluasi Konsepsi Kimia Siswa

SUBMICROSCOPIC REPRESENTATIONS AS A TOOL FOR EVALUATING STUDENTS’ CHEMICALCONCEPTIONS

By : Iztok Devetak,Matej Urbančič,Katarina S. Wissiak Grm,Dušan Krnel,and Saša A. Glažar – 

Acta Chim. Slov. 2004, 51, 799−814.

I.   LATAR BELAKANG MASALAH

Untuk memahami fenomena kimia, guru dan siswa harus menunjukkan kemampuan mentransfer antara fenomena, dunia submiskroskopik dan representasi simbolik. Banyak pembelajaran kimia berkonsentrasi hanya pada level simbolik dan mengabaikan level lainnya.  Karena itulah siswa berpikir bahwa kimia hanyalah ilmu yang mempelajari simbol-simbol unsur, rumus senyawa dan persamaan kimia, tetapi mereka sendiri tidak mengerti sifat partikulatnya, apalagi jika diminta menggambarkan dinamika prosesnya.

Telah banyak dilaporkan bahwa siswa dapat memiliki pemahaman lebih baik mengenai sifat partikulat materi, bila  menggunakan model-model yang merepresentasikan perubahan fisika atau kimia daripada menggunakan teks konvensional.

Selangkah lebih maju adalah menggunakan komputer untuk merepresentasikan level submikroskopik, a.l : penggunaan teknologi video berupa animasi reaksi yang menunjukkan perilaku partikel selama perubahan kimia atau fisika.  Namun demikian, semua hal itu memunculkan pertanyaan apakah  dapat membantu siswa memahami proses kimia pada level submikroskopik dan dapatkah mengeliminasi miskonsepsi.

Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kemampuan siswa SMA dan mahasiswa tahun pertama pada prinsip-prinsip kimia dasar mengenai larutan, asam basa dan kesetimbangan kimia menggunakan representasi submikroskopik. Adapun rumusan masalahnya adalah : Bagaimanakah representasi submikroskopik siswa pada konsep larutan, asam basa, kesetimbangan ?

II.  TINJAUAN TEORITIS

Kompleksitas PBM kimia disebabkan oleh kompleksitas ilmu kimia itu sendiri yang mempunyai karakteristik tiga level representasi, yaitu level makroskopik (sensory information yang diturunkan dari proses kimia), level submikroskopik berupa eksplanasi dan teori pada level atom dan molekular (partikel), yang kemudian direpresentasikan secara simbolik.

Pemahaman terhadap kimia ditunjukkan oleh kemampuan mentransfer antara fenomena mikro, dunia submiskroskopik dan representasi simbolik. Banyak PBM kimia hanya berkonsentrasi pada level simbolik dan mengabaikan level lainnya. Representasi submikroskopik (statik atau dinamik, model partikel, representasi fenomena) berguna untuk  memahami konsep secara  tepat  sebelum menerapkannya dalam memecahkan masalah matematik.

III. METODOLOGI

Subyek penelitian : 350 siswa SMA yang memilih kimia sebagai  bagian Ujian  Matura (ujian ahir SMA) dan  339 mahasiswa  tahun pertama  yang baru masuk program studi  keguruan, hanya  6.4% dari mereka yang mengambil kimia sebagai bagian dari ujian Matura.

Instrumen berupa 4 tugas untuk merepresentasikan :1) perbedaan konsentrasi; 2) penentuan kekuatan basa anion dari berbagai larutan garam ; 3)  perubahan reaksi kesetimbangan ; 4) penentuan persamaan kesetimbangan dan tipe perubahan energi.

IV. HASIL PENELITIAN

1) Secara keseluruhan 70 % siswa SMA dan 38,3  % mahasiswa thn I dapat menyelesaikan tugas 1 dengan benar, namun banyak siswa yang tidak dapat menggambarkan sifat partikel pelarut. 2) Baik siswa SMA  (50,5 %) maupun mahasiswa (35,7%) lemah dalam menyelesaikan tugas 2, mereka  mengalami miskonsep mengenai kimia asam basa, tidak memahami sifat asam-basa pada level partikulat ; 3) Siswa SMA (8,7 %) maupun mahasiswa (0,8%) sangat lemah merepresentasikan perubahan reaksi pada perubahan kesetimbangan ; 4) Siswa SMA dan mahasiswa sangat lemah menterjemahkan representasi submikro ke level simbolik hanya 3,34 % yang dapat menyelesaikan tugas 4  dengan benar.

V. KESIMPULAN

Siswa SMA menunjukkan performans lebih baik pada pemecahan masalah partikulat dibandingkan dengan mahasiswa semester I,  karena siswa  SMA telah dipersiapkan untuk ujian Matura yang mengkaitkan tiga level representasi kimia.  Siswa SMA lebih berhasil menginterpretasi representasi submikroskopik, daripada membuat gambaran skema partikulat dan mentransfer representasi submikro ke level simbolik.

VI. KOMENTAR          

A. Keunggulan : 1). Latar belakang masalah dan metodologi penelitian dijelaskan cukup lengkap ; 2) dilengkapi dengan instrumen untuk menjaring data, yaitu soal

B. Kelemahan : 1) Penyajian analisis data kurang sistematis. 2) Pemilihan sampel yang besar tidak ditunjang dengan uji statistik yang memadai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: