Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Representasi Atom dan Molekul …


Representasi Atom dan Molekul  Dalam Memori Jangka Panjang Siswa Sekolah Menengah Atas Perancis 

Judul Jurnal :

Atom And Molecule : Upper Secondary School French Students’ Representation In Long-Term Memory

 Aytekin Cokelez and Alain Dumon – Chemistry Education  Research and Practice, 2005, 6(3), 119-135

I.   LATAR BELAKANG MASALAH

Berdasarkan analisis perkembangan penyajian pengetahuan yang diajarkan (dari kurikulum dan buku teks) dan analisis perkembangan representasi siswa mengenai konsep atom dan molekul : diduga  siswa sekolah menengah  di Perancis merepresentasikan  model atom dan molekul yang berbeda-beda. Siswa memiliki konsepsi alternatif dan memiliki model mental yang berbeda dari konsep yang sebenarnya (reference knowledge). Dugaan tersebut diperkuat dengan berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Griffith dan Preston (1992) ; Harrison & Treagust (1992);Charlet-Beherlin (1998), Taber (1998), Robinson (1998) dan Tsaparlis & Papaphotis (2002),dll. Melalui studi ingin diketahui lebih dalam bagaimana asimilasi pengetahuan siswa SMA Perancis dalam memori jangka panjangnya mulai dari kelas 10 hingga 12 setelah  mempelajari konsep atom dan molekul sejak kelas 9. Adapun rumusan masalahnya adalah :1) Model atom dan molekul manakah yang didukung/lebih disukai siswa dalam konteks non akademik?;2) Bagaimanakah  representasi model tersebut berkembang dari kelas 9 hingga permulaan kelas 12 ?

II.  TINJAUAN TEORITIS

Model atom dan molekul diturunkan dari model pengetahuan yang dikembangkan secara gradual oleh komunitas ilmiah, sehingga dikenal sebagai pengetahuan referens (referens knowledge). Pengetahuan referens diubah guru menjadi obyek pengajaran dan diajarkan sesuai kurikulum dan buku teks. Guru membawa pengetahuan ini ke dalam aktifitas kelas yang mendukung siswa belajar, sehingga menjadi pengetahuan sekolah (school knowledge). Siswa menginterpretasikan pengetahuan sesuai kemampuannya sehingga diperoleh asimilasi pengetahuan dalam konteks khusus. Struktur pengetahuan yang diorganisasikan siswa secara personal disebut alternatif framework, children science atau konsepsi alternatif.  Ilmuwan menggunakan model mental untuk menginterpretasikan data eksperimen dan  memprediksikan kejadian. Model mental mengacu kepada suatu representasi mental spesifik atau analogi, yang disusun oleh individu selama memfungsikan struktur kognitifnya.

III. METODOLOGI

 Subyek penelitian adalah 930 siswa SMA yang diberi kuesioner diagnostik berupa empat pertanyaan terbuka mengenai : gambar diagram dan deskripsi atom hidrogen (kelas 10), atom oksigen (kelas 11 dan 12) dan gambar diagram dan deskripsi molekul air.  Jawaban yang diberikan untuk setiap pertanyaan dalam setiap kelompok dianalisis  dan diberikan pengkodean berdasarkan level penggambaran (dari D0 – D5) dan level deskripsi (dari L0 – L5)

IV. HASIL PENELITIAN

Model atom ‘spherical’ (bola padat) direpresentasikan siswa kelas 10(61%), kelas 11(31%), kelas 12(30%). Model atom representasi Lewis terbanyak direpresentasikan siswa kelas 11 (26%) dan kelas 12 (34%). Model atom sistem tata surya bertambah dari kelas 10 ke kelas 12 (8%, 10% ,11%). Hanya 6% siswa tiap kelas yang menyajikan model awan elektron. Sebagian besar siswa tiap kelas (75%, 53% ,75%)  tidak dapat mendeskripsikan atom. Sebagian besar siswa menggunakan model ‘space-filling’ untuk molekul air (54%, 52% dan 37%). Banyak siswa salah menggambar (45%, 25%, 44%)

V. KESIMPULAN

a)      Representasi atom dengan model Lewis lebih banyak dipilih siswa kelas 11 dan 12, baik dalam membuat diagram maupun mendeskripsikan. Hal ini berkaitan dengan aturan oktet yang di’absorbsi’ sebagai model mental. Model atom ‘spherical’ (bola padat) terbanyak oleh kelas 10;

b)      Dalam merepresentasikan molekul air, siswa menggunakan model ‘space-filling’ sesuai dengan rumus Lewis yang diajarkan di kelas 10. Namun siswa kurang memperhatikan ikatan kovalen antar atom ketika mendeskripsikan molekul air ;

c)      Tidak ada perbedaan tingkat asimilasi konsep atom dan molekul antara  setiap kelas.

VI. KOMENTAR

Keunggulan :1) Subyek penelitian yang dilibatkan cukup banyak, sehingga hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang umum terjadi; 2) Analisis data dan interpretasinya dipaparkan cukup jelas disertai tabel dan gambar-gambar; 3) Hasil penelitian memunculkan hipotesis yang perlu dikaji lebih lanjut melalui penelitian.

Kelemahan :1) Latar belakang masalah kurang jelas, karena ‘over-lapping’ dengan kajian teoritis yang meninjau kurikulum dan hasil penelitian dari berbagai sumber, 2) Istilah ‘Long Term Memory’ hanya muncul pada judul, sedangkan dalam paparannya tidak ada kejelasan berapa lama waktu tes dengan pembelajaran; 2) Penelitian hanya mensurvey representasi /model mental siswa dan tidak mengungkap secara empirik faktor-faktor yang mempengaruhinya (mis: melalui wawancara siswa).

jurnal Atom And Molecule

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: