Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Model Molekul Berbasis Komputer :


Model Molekul Berbasis Komputer : Pengalaman Dan Pandangan Guru Sekolah Finlandia

Computer-based Molecular Modelling: Finnish School Teachers’ Experiences and Views – By Maija Akselaa and Jan Lundell

Chemistry  Education Research and  Practice., 2008, 9, 301–308

I.   LATAR BELAKANG MASALAH

Penggunaan model molekul (MM) modern berbasis komputer membuka tanggung jawab baru bagi pengajaran kimia pada berbagai level pendidikan.  Berlangsungnya PBM yang komprehensif mengenai representasi submikroskopik dimungkinkan dengan menggunakan MM.  Calon guru di Universitas Helsinki dan guru di lapangan dipersiapkan dan dilatih untuk mengembangkan pedagogi dan model mengajar menggunakan MM berbasis komputer sejak tahun 2004.  Semua pelatihan yang mereka telah mereka ikuti, secara personal digunakan ataukah tidak tergantung pada apakah mereka mengambil manfaatnya untuk mewujudkan pembelajaran efektif.

Oleh karena itu rumusan masalah penelitian adalah : a) Alasan apakah yang mempengaruhi guru untuk memutuskan menggunakan/atau tidak menggunakan MM berbasis komputer; b) Bagaimana MM berbasis komputer dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah ; c) Sumber daya apa sajakah yang dibutuhkan untuk menggunakan MM  dalam pembelajaran ?

II.  TINJAUAN TEORITIS

MM dapat membantu memvisualisasikan kimia pada semua level pendidikan, baik model nyata ataupun model berbasis komputer. MM berbasis komputer dapat secara komprehensif  merepresentasikan submikroskopik dalam bentuk 2D ataupun 3D.

III. METODOLOGI

Studi kasus dilakukan terhadap 19 guru/dosen berpengalaman lebih dari 15 thn yang mengajar SMP, SMA dan Universitas yang pernah dilatih menggunakan software ChemSketch dan Spartan.  Data dikumpulkan dari kuesioner tertutup dan terbuka yang dikirim melalui e-mail.

IV. HASIL PENELITIAN

A). Berdasarkan kuesioner diketahui 33%  guru menggunakan MM  dalam PBM 7-15 kali sejak dilatih, 56% (4 – 6 kali) dan sisanya tidak pernah (2 orang).  B). Alasan guru menggunakan MM : 1) dapat mengilustrasikan  struktur molekul 3D, model atom, orbital, dan isomeri molekul organik ; 2) memfasilitasi pekerjaan dan pengajaran ;3) siswa membuat dan menyelidiki sendiri bentuk molekul, mengukur sudut dan panjang ikatan; 4) memotivasi dan mendukung kreatifitas siswa; 5) membantu mengilustrasikan konsep-konsep sulit; 6) membantu pengembangan kemampuan visualisasi. C). Alasan guru tidak menggunakan MM: 1) sekolah tidak memfasilitasi program; 2) waktu tidak cukup dan kelas terlalu banyak; 3) kurangnya keterampilan personal; 4) telah lupa yang dipelajari di pelatihan. Penggunaan MM dalam pembelajaran :  1) guru kimia lebih banyak menggunakan MM di SMP kelas 8 dan SMA pada topik yang berhubungan dengan senyawa organik, di Universitas pada kimia organik dan boteknologi; 2) dilakukan dengan metode penugasan atau secara langsung dalam PBM; 3) Jika hanya tersedia satu komputer dilakukan demonstrasi; 4) penggunaan MM lebih baik digabung dengan kit molekular. D). Mengenai sumber daya untuk MM dibutuhkan : 1) software yang mudah digunakan, ilustratif, visualisasinya bagus, mudah diputar dan dinamai, fiturnya bervariasi, dapat disimpan dengan berbagai format file, memungkinkan dibuat animasi, harganya murah, ada logika operasi instruksi ; 2) perlu pelatihan yang  difokuskan pada pedagogi bukan hanya manual program.

V. KESIMPULAN

A) Guru-guru secara personal menyadari keuntungan menggunakan MM dalam PBM, terutama untuk mengembangkan kemampuan visualisasi siswa dan mengilustrasikan model untuk konsep yang sulit ;

B) Guru  tidak menggunakan MM karena kondisi lokal sekolah, kurikulum kimia dan kurang keterampilan ;

C) Dibutuhkan pelatihan MM yang terintegrasi antara materi dengan pedagogi sesuai kurikulum ;

D) Syarat minimal agar program dapat digunakan dalam PBM; adanya pelatihan guru, dukungan layanan/fasilitas dan pengalaman mengajar materi yang berkaitan.

VI. KOMENTAR

A. Keunggulan : 1). Latar belakang , rumusan masalah, analisis data hasil temuan dan kesimpulan dideskripsikan dengan jelas; 2) memberikan pandangan secara empirik dan teoritis pentingnya pengembangan MM berbasis komputer dalam PBM kimia.

B. Kelemahan : 1) sampel terlalu kecil dan  tidak proposional sehingga kemungkinan tidak mencerminkan keadaan real ; 2) Tidak diperlihatkan contoh instrumen yang digunakan ; 3)  hanya menjaring data lewat e-mail, sehingga tidak dapat mengungkap efektifitas penggunaan MM dalam PBM.

Jurnal : Chemistry Learners’ Preferred Mental Models for Chemical

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: