Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Model Mental Pebelajar Tentang Ikatan Kimia


MODEL MENTAL  PEBELAJAR MENGENAI IKATAN KIMIA

Chemistry Learners’ Preferred Mental Models for Chemical Bonding by Richard K. COLL

JOURNAL   OF   TURKISH SCIENCE EDUCATION :Volume 5, Issue 1, April 2008

I.   LATAR BELAKANG MASALAH

Pengajaran menggunakan model mental di kelas dilaporkan menjadi bersifat idiosinkratik dan umumnya menggunakan analogi. Namun demikian, penggunaan analogi justru menghasilkan keraguan antara model dengan kenyataan. Banyak literatur menyatakan secara signifikan kesulitan belajar dan mengajar untuk membentuk model mental kimia. Umumnya didominasi oleh materi teori atom, teori kinetika dan ikatan kovalen. Oleh karena itu perlu diteliti sifat-sifat model mental yang dimiliki pebelajar.

Adapun rumusan masalahnya adalah : a) Model mental apakah yang dimiliki pebelajar mengenai zat kimia ?; b) Bagaimana pebelajar memahami mental model yang dimilikinya; c) Bagaimanakah pebelajar dapat menggunakan mental modelnya untuk menjelaskan fenomena fisika dan kimia ?

II.  TINJAUAN TEORITIS

Model mental adalah suatu bentuk gambaran mental dan sebagai konstruksi representasi mental seseorang. Konstruksi personal ini dipengaruhi oleh sejumah faktor. Piaget dan Inhelder (1974) dan Ausubel (1968) menekankan bahwa konstruksi mental tergantung pada kekuatan gambaran mental yang dimiliki individual pada  suatu waktu sebagai  hasil usaha mereka belajar konsep baru.

III. METODOLOGI

Subyek penelitian : 30 orang pembelajar dari tiga level pendidikan; siswa SMA, Mahasiswa S1 dan pasca sarjana. Ada dua kohort; 15 dari Western Australian dan sisanya dari New Zealand.

Pengumpuan data : melalui wawancara tiga langkah ; 1) Menanyakan eksplanasi ikatan setelah diperlihatkan senyawanya ; 2) Menanyakan penjelasan menggunakan model mental mengenai fenomena  sifat-sifat senyawa; 3) menanyakan model mental dari materi kurikulum yang lebih disukai.

Analisis data  wawancara  menggunakan prosedur CPI (concept profile Inventory) yaitu mentranskripsikan, kemudian memvalidasi transkripsi, menghubungkan statemen setiap target sistem dengan target model, meringkas dan menyusun unit-unit analisis.

Sesuai materi kurikulum ada 3 target sistem ikatan kimia (ikatan logam, ion dan kovalen) dan 8 target model (hukum oktet, model elektrostatik, teori molekular orbital, teori pita, teori ikatan valensi, model teoritis elektrostatik,  lautan elektron dan teori medan ligan).

IV. HASIL PENELITIAN

Model mental yang disukai   pebelajar setiap level pendidikan adalah : 1). Model lautan elektron untuk menjelaskan  ikatan logam. Umumnya memandang elektron bebas sebagai fitur kunci ; 2) Model elektrostatik sederhana untuk menjelaskan Ikatan Ionik. Beberapa siswa SMA mencampurkan model, menggunakan konsep dari model target lain dan menyatakan ikatan ion  sebagai tarik-menarik spesi bermuatan untuk memenuhi hukum oktet ; 3) Model hukum oktet untuk menjelaskan ikatan kovalen. Ikatan kovalen timbul dari pemakaian bersama pasangan elektron dan kekuatan yang mendorong terjadinya ikatan  adalah karena  pembentukan oktet yang stabil.

Pemahaman pebelajar terhadap model ikatan kimia; 1) hanya sedikit pebelajar yang memiliki model mental ikatan logam yang komprehensif sesuai kurikulum; ;2) Siswa SMA memandang senyawa ion membentuk struktur molekular, sedangkan mahasiswa S1 dan pasca sarjana menyatakan senyawa ionik terbentuk dari  kisi kristal kontinu;3) Siswa SMA mengalami keraguan menentukan ukuran ion, bentuk ion dan kontinum sifat ionik-kovalen.

Untuk menjelaskan konduktivitas lelehan NaCl, siswa SMA menggunakan argumen elektron bebas, sedangkan mahasiswa S1 dan pasca sarjana menggunakan argumen pergerakan ion-ion. Hanya sedikit pebelajar yang dapat menjelaskan warna ion kompleks menggunakan model mental ikatan kovalen koordinasi. Sebagian besar pebelajar dapat menghubungkan titik didih dan kepolaran senyawa dengan ikatan dan struktur senyawa kovalen molekular.

V. KESIMPULAN

Pebelajar dari semua level pendidikan menyukai model mental yang terlihat realistis dan sederhana. Secara bervariasi mereka dapat menggunakan model mental untuk menjelaskan sifat kimia dan fisika suatu senyawa, meskipun model mental yang dirujuknya keliru.

VI. KOMENTAR

A. Keunggulan : 1). Latar belakang masalah, rumusan masalah, analisis data dideskripsikan dengan jelas ; 2) temuan dan kesimpulan dibahas lengkap.

B. Kelemahan : 1) Tidak menjelaskan berapa banyak pebelajar dari setiap level pendidikan yang menjadi partisipan ; 2) Tidak diperlihatkan contoh instrumen yang digunakan ; 3)  Ada dua kelompok partisipan yang berbeda (dua kohort) namun tidak diungkapkan bagaimana perbedaan antara dua kohort tersebut.

Chemistry Learners’ Preferred Mental Models for Chemical

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: