Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Visualisasi Dunia Molekular Menggunakan Animasi


Riset menuju Praktik : Visualisasi Dunia Molekular Menggunakan Animasi

Judul asli : Research Into Practice :  Visualization of The Molecular World Using Animation (by : Roy Tasker & Rebecca Dalton -Chemistry Education  Research and Practice, 2006, 7(2), 141-159)

(http://www.rsc.org/images/tasker-dalton%20paper%20final_tcm18-52113.pdf)

I.   LATAR BELAKANG MASALAH

Banyak siswa di seluruh dunia pada berbagai tingkat pendidikan mengalami kesulitan dan miskonsepsi akibat mental model yang tidak akurat pada tingkat molekular. Siswa membangun model mental berdasarkan  gambaran  molekular secara statik, terlalu sederhana, model bola-tongkat yang meragukan dan membuat imajinasi sendiri berdasarkan interpretasinya terhadap notasi kimia.

Oleh karena penggambaran tingkat molekular yang dinamis dan akurat dalam buku maupun pengajaran masih kurang, maka proyek VisChem dibiayai untuk menghasilkan animasi molekular yang sesuai.

Adapun rumusan masalah penelitian adalah :

a)Bagaimana pengaruh animasi VisChem terhadap kemampuan mahasiswa membentuk model mental ilmiah mengenai zat dan proses kimia pada level molekular  dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya.

b) Apakah mahasiswa  masih dapat mengambil manfaat animasi VisChem setelah berlangsung lama (maksudnya -apakah mahasiswa menjadi lebih lama mengingat konsep yang diajarkan setelah menggunakan VisChem?

c) Atribut-atribut (berdasarkan model  pemrosesan  informasi  audiovisual) mana saja  yang   berpengaruh  terhadap  pengembangan  model  mental mahasiswa   ketika menggunakan  animasi VisChem ?

d) Pengalaman belajar  dan kriteria  kunci apa saja yang dapat dikembangkan /diperlukan agar berhasil mendesain  strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan visualisasi ?

II.  TINJAUAN TEORITIS

Dunia molekular merupakan multipartikel, dinamis, pada keaadan cair partikelnya ruah dan interaksinya seringkali tidak terlihat serta sangat rumit. Berlainan dengan ilustrasi pada bukuteks, animasi dapat memperlihatkan dinamika, interaktif dan sifat multi-partikel dari reaksi kimia secara jelas.  Animasi dapat efektif membantu siswa mengkonstruksi dan menerapkan model mental yang berguna bila penyusunannya dilandasi teori belajar dan model pemrosesan informasi audiovisual sebagaiman yang diusulkan Mayer (1997) dan Johnstone (1986).  Animasi dunia molekular harus dapat menghubungkan level makro dan simbolik’, memperlihatkan dinamika, interaktif dan sifat multi-partikel secara jelas.

III. METODOLOGI

Data untuk menjawab masalah pertama : diperoleh dari hasil pretes-postes dan transfer tes, kemudian wawancara terhadap mahasiswa tahun pertama (N=48). Animasi disajikan berdasarkan rekomendasi dalam literature dan pengalaman mengajar menggunakan animasi selama 5 tahun. Data-data dianalisis dengan uji t dan wilcoxon. Penelitian dilanjutkan dengan studi longitudinal terhadap 30 orang mahasiswa tahun ketiga. Studi ini untuk mengetahui apakah mereka masih dapat mengambil manfaat animasi VisChem setelah berlangsung lama (masalah ke dua)

Data untuk menjawab masalah ketiga: diperoleh dari a) tes Group Embedded Figures ; b) tes Figural Intersection ; c) Prior knowledge pretes ; d) Study Processes Questionnaire (SPQ). SPQ tersebut mencakup surface learning dan deep learning . Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis multiple regresi.

(Jawaban Masalah keempat : berupa desain pembelajaran VisChem)

IV. HASIL

Hasil studi pertama : a) secara signifikan siswa mengalami peningkatan sejumlah fitur kunci dalam merepresentasikan fenomena kimia pada ahir semester ; b) dari wawancara dapat diungkapkan bahwa siswa mengembangkan imajinasi mental yang jelas terhadap fenomena tersebut dan sejumlah siswa mampu mentransfer gagasannya dari animasi ke situasi baru ; c) ada korelasi yang signifikan antara postes dan transfer tes serta komentar dalam wawancara. ; d) memori jangka panjang dapat dipanggil lagi ; e) Prior knowledge, kemampuan ‘disembedding’ dan belajar ‘surface dan ‘deep’ berpengaruh signifikan terhadap perkembangan (gain pretes-postes) dan hasil akhir (skor postes) model mental siswa ; f) prior knowledge berkorelasi negatif dengan gain pretes-postes ; g) Kapasitas kerja memori visuospatial berkorelasi tinggi dengan pengetahuan ahir.

V. KESIMPULAN

  1. Secara keseluruhan dapat diindikasikan bahwa animasi VisChem dapat mendorong dan menjadi alat bagi siswa untuk mengembangkan gambaran mental tingkat molekular yang multi-partikel, dinamik, interaktif dan tiga dimensi.
  2. Berdasarkan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas animasi, maka diperlukan arahan perhatian yang jelas terhadap fitur-fitur kunci, menghindari beban kerja memori yang berlebihan, dan meningkatkan integrasi yang bermakna antara animasi dengan pengetahuan awal
  3. Peneliti mengembangkan Desain belajar VisChem berdasarkan  model   pemrosesan informasi audiovisual dan    ‘three thinking level’ Johnstone terutama   pada topik   kimia yang memerlukan  model mental  dunia molekular. Disain tersebut mendeskripsikan mengenai : a).Tujuan dan hasil belajar yang dicapai ; b).Kriteria kunci untuk berhasil menggunakan desain be-  lajar VisChem; c).Langkah-langkah pokok penggunaan animasi dan simulasi dalam konteks perkuliahan   tatap  muka; d).Contoh penerapan desain pembelajaran : Visualisasi larut- an ionik dalam  air . ; e).Memberikan contoh tes untuk mengetahui kemampuan mhs me- representasikan level mikroskopik (melalui gambar – perbedaan  kekuatan asam)

VI. KOMENTAR

Penelitian tersebut termasuk R&D. Keunggulan : a) Essensi latar belakang masalah, rumusan masalah, kajian teoritis, dibahas cukup lengkap dilengkapi dengan gambar-gambar ; b) pengumpulan dan analisis data dipaparkan disertai tabel ; c) mendeskripsikan prinsip-prinsip pengembangan desain VisChem ; d) Animasi VisChem pada tahap pengembangan awal dapat didownload.

Kelemahan :  a) Penulisan jurnal tidak sistimatis, tak ada batasan yang jelas antara penelitian awal dengan penelitian selanjutnya, latar belakang masalah overlapping dengan kajian teoritis ; b) Hanya menjelaskan jenis instrument pengumpul data, sedangkan  indikator dan contoh instrument tes tidak diperlihatkan ;c) Pada penelitian pertama tidak dijelaskan apa yang dimaksud dengan transfer tes ; d) Pada penelitian kedua tidak jelas instrumen yang digunakan untuk mengetahui refleksi siswa terhadap  animasi (studi longitudinal) ; sehingga data dan kesimpulan yang diperoleh apakah dari hasil wawancara ataukah hasil belajar melalui tes  c) Tidak  dijelaskan apakah subyek (mahasiswa) pada penelitian pertama, kedua dan ketiga masih sama atau berbeda (karena hanya dinyatakan jumlahnya saja)

Tulisan dalam bentuk presentasi di bawah ini , mungkin lebih jelas memaparkan isi jurnal tersebut. Silahkan di download  : presentasi jurnal Animasi VisChem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2016
M S S R K J S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: