Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Model Pembelajaran Kimia Dan Pengembangannya


Tulisan ini merupakan sebagian dari tinjauan teoritis (bab II) dari tesisku yang berjudul :

MODEL PEMBELAJARAN SUMBER ARUS LISTRIK SEARAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA (Suatu Studi Pengembangan Pengetahuan Kimia Pada  SLTP Negeri di Bandung). TESIS. SPS UPI Bandung. 2002

A. . Pengertian Dan Jenis-jenis Model Pembelajaran

Terjadinya perubahan pandangan terhadap belajar dari pandangan behaviorisme menjadi konstruktivisme secara langsung berpengaruh terhadap proses pembelajaran sains. Pembelajaran mengandung makna yang lebih luas yaitu mencakup upaya siswa untuk membangun pengetahuan. Siswa dipandang telah memiliki gagasan-gagasan sendiri mengenai berbagai fenomena alam yang diperoleh selama berinteraksi dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar bukan berarti mengisi pikiran siswa dengan pengetahuan-pengetahuan baru, tapi belajar dipandang sebagai perubahan konseptual, mengkonstruksi dan menerima gagasan baru atau merestrukturisasi gagasan-gagasan yang telah ada. Siswa secara aktif memperbaharui pemahamannya melalui pengalaman-pengalaman belajar. (Bell, 1993).

Supaya guru dapat membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir dan mengekspresikan dirinya, guru perlu menyusun suatu rencana mengajar yang memfasilitasi terjadinya perubahan konsep pada diri siswa, terbentuknya sikap, pengembangan keterampilan, dan mengajarkan bagaimana mereka agar dapat belajar . Perwujudan rencana pengajaran dapat diungkapkan dalam bentuk model pembelajaran. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan Joyce (1992) mengenai model pembelajaran:

……Models of teaching are really models of learning. As we help students acquire information, ideas, skills, values, ways of thinking and means of expressing themselves, we are also teaching them how to learn ..

Model pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA merujuk pada rumpun model pembelajaran pemrosesan informasi (Liliasari, 1997). Pada rumpun model pemrosesan informasi ini tercakup beberapa model pembelajaran yang semuanya memiliki ciri utama, yaitu berpusat pada ak-tivitas siswa secara mental untuk membangun pengetahuannya dengan cara mengembangkan kemampuan berpikir. Ada tujuh model yang termasuk rumpun model pemrosesan informasi seperti dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.1. Model-model Pembelajaran Rumpun Pemrosesan Informasi (Joyce,1992)

No Model Tujuan
1. Berpikir induktif Untuk pembentukan kemampuan berpikir induktif dan penalaran atau pembentukan teori
2. Latihan inkuiri Untuk melibatkan siswa dalam berpikir sebab-akibat dan melatih mengajukan pertanyaan secara lancar , tepat dan seksama
3. Pemerolehan konsep (concept attainment) Untuk mengajarkan (pembentukan) konsep dan membantu siswa menjadi lebih efektif dalam belajar konsep (kemampuan berpikir induktif)
4. Ingatan (Memori) Untuk meningkatkan kapasitas mengingat dan menerima informasi.
5. Perkembangan kognitif Untuk meningkatkan  kemampuan berpikir /pengembangan intelektual, khususnya berpikir logis.
6. Pengorganisasian (advance organizer) Untuk meningkatkan kemampuan mengolah informasi dalam kapasitas untuk membentuk dan menghubungkan pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah ada.
7. Sinektik Untuk meningkatkan berpikir kreatif

Pada tabel di atas  dapat dilihat bahwa model yang sesuai dikembangkan untuk pembelajaran konsep dan melatih kemampuan berpikir adalah model pembelajaran concept attainment atau model perolehan konsep.

2. Peranan Analisis Konsep Dalam Pengembangan Model Pembelajaran

Untuk menentukan konsep-konsep yang dikembangkan dalam pembelajaran diperlukan analisis konsep (Herron, 1977). Hasil analisis konsep ini dapat digunakan untuk merencanakan urutan pembelajaran konsep, tingkat-tingkat pencapaian konsep yang diharapkan dari siswa dan metode mengajar yang dilakukan (Dahar, 1996).

Berdasarkan definisi konsep menurut Gagne (1977), konsep merupakan suatu abstraksi yang melibatkan hubungan antar konsep (relational concepts) dan dapat dibentuk oleh individu dengan mengelompokkan obyek, merespon obyek tersebut dan kemudian memberinya label (concept by definition);

Herron (1977) mengidentifikasi karakteristik yang dimiliki konsep. Karakteristik konsep meliputi: label konsep, atribut konsep (atribut kritis dan atribut variabel) dan hirarki konsep.

Label konsep didefinisikan sesuai dengan tingkat pencapaian konsep yang diharapkan dari siswa. Definisi konsep untuk suatu label konsep yang sama bisa berbeda tergantung pada tingkat perkembangan kognitif siswa. Atribut kritis merupakan ciri-ciri utama konsep yang merupakan penjabaran definisi konsep. Atribut variabel menunjukan ciri-ciri konsep yang nilainya dapat berubah, namun besaran dan satuannya tetap.

Hirarki konsep menyatakan hubungan suatu konsep dengan konsep lain berdasarkan tingkatannya, yaitu konsep superordinat (konsep yang tingkatannya lebih tinggi, konsep ordinat (konsep yang setara) dan konsep subordinat (konsep yang tingkatannya lebih rendah). Hirarki konsep dapat direpresentasikan dalam bentuk peta konsep dan digunakan untuk menentukan urutan pembelajaran konsep.

Selain itu, karakteristik yang dapat digunakan untuk menentukan metode, dan pendekatan pembelajaran adalah jenis konsep. Oleh karena itu Herron (1977) mengembangkan jenis-jenis konsep, terutama yang berkaitan dengan konsep-konsep kimia.

Ada delapan jenis konsep, yaitu sebagai berikut:

a. Konsep konkrit, yaitu konsep yang atribut kritis dan atribut variabel dapat diidentifikasi, sehingga relatif mudah dimengerti, mudah dianalisis dan mudah memberikan contoh dan noncontoh. Contoh konsep konkrit antara lain: gelas kimia, tabung reaksi, batu baterai, sel aki, sel Volta.

b. Konsep abstrak, yaitu konsep yang atribut kritis dan atribut variabelnya sukar dimengerti dan sukar dianalisis, sehingga sukar menemukan contoh dan noncontoh. Konsep seperti ini relatif sukar untuk diajarkan/dipelajari, karena tidak mungkin mengkomunikasikan informasi tentang atribut kritis konsep ini melalui pengamatan langsung. Oleh karena itu, diperlukan model-model atau ilustrasi yang mewakili contoh dan noncontoh. Contoh konsep abstrak antara lain: atom, molekul, inti atom, ion, proton, neutron.

c. Konsep abstrak dengan contoh konkrit, yaitu konsepnya mudah dikenali, namun mengandung atribut sukar dimengerti, sehingga sukar membedakan contoh dan noncontoh. Contohnya antara lain: unsur, senyawa, elektrolit.

d. Konsep berdasarkan prinsip, yaitu konsep yang memerlukan prinsip-prinsip pengetahuan untuk menggunakan dan membedakan contoh dan noncontoh. Contohnya antara lain: konsep mol, beda potensial.

e. Konsep yang menyatakan simbol, yaitu konsep yang mengandung representasi simbolik berlandaskan aturan tertentu. Contohnya antara lain: rumus kimia, rumus, persamaan.

f. Konsep yang menyatakan nama proses, yaitu konsep yang menunjukkan terjadinya suatu ‘tingkah-laku’ tertentu. Contohnya antara lain: destilasi, elektrolisis, disosiasi, oksidasi, meleleh.

g. Konsep yang menyatakan sifat dan nama atribut. Konsep-konsep seperti: massa, berat,muatan listrik, muatan, frekuensi, bilangan oksidasi, dan mudah terbakar merupakan atribut atau ciri-ciri suatu obyek.

h. Konsep yang menyatakan ukuran atribut. Sama seperti diatas, namun bentuknya berupa satuan ukuran untuk atribut. Contohnya antara lain satuan konsentrasi : molaritas, molalitas, normalitas, ppm, pH.

Dengan demikian pada analisis konsep dilakukan penentuan karakteristik konsep berupa: label konsep, definisi konsep, atribut konsep, hirarki konsep, jenis konsep, dan bila memungkinkan diberikan contoh dan noncontoh dari konsep tersebut.

4 comments on “Model Pembelajaran Kimia Dan Pengembangannya

  1. Yudi Slamet
    21/12/2009

    Sudah bagus……blognya.
    – Mengapa ga dimulai pengembangan dari 3 Dunia ( Dunia Makroskopik-Dunia Mikroskopik-Dunia Lambang/Simbul) yang lebih sederhana untuk siswa SMP pan ?
    – Dari pengalaman ngajar,yang sering muncul permasalah : Persamaan dan perbedaan antara Arus Listrik dan arus elektron ( Sampai sini ga SMP ? )

    nuhun ach di pasihan kesempatan

  2. Farida Ch
    21/12/2009

    = Ada keterbatasan pengembangan 3 representasi untuk SMP. karena mereka masih dalam taraf berpikir konkrit, sedangkan representasi mikroskopik/submikroskopik sdh pada taraf berpikir abstrak. Persamaan reaksi juga perlu dibatasi hanya pengenalan saja. Yang terpenting belajar kimia untuk SMP harus secara kontekstual..dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
    = Arus listrik terjadi karena aliran elektron/gerakan elektron dalam kawat penghantar.
    Kalau pada larutan elektrolit , arus listrik terjadi karena gerakan ion-ion. Bukankah begitu ?
    = Penelitian tesis ini dilakukan sebelum pelajaran kimia dimasukkan ke dalam kurikulum. Tapi topik yg saya teliti tentang sel volta dr buah2an tdk ada di kurikulum..! Mungkin topik ini bisa saja disisipkan di topik reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik…

  3. ulfiarahmi
    28/03/2010

    aku lagi nyoba model perolehan konsep.
    mudah-mudahan hasilnya signifikan…

  4. Kabar Pendidikan
    12/05/2011

    pengembangannya sudah cukup baik.. akan lebih baik lg kl diperinci.. trms

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 16/12/2009 by in Laporan Penelitian and tagged , , .

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2009
M S S R K J S
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: