Farida'Ch Blog

My Reflection and Creation in Chemical Education

Untuk Apa Belajar Ilmu Kimia ?


UNTUK APA BELAJAR ILMU KIMIA ?

By : Ida Farida –

Ilmu kimia merupakan salah satu rumpun bidang IPA yang memfokuskan mempelajari materi dan energi ditinjau dari segi sifat-sifat, reaksi, struktur, komposisi dan perubahan energi yang menyertai reaksi.

Berbagai teori dan temuan dalam sains kimia direfleksikan dengan representasi makroskopis, mikroskopis, dan simbolis.

Representasi merupakan bahasa bagi sains kimia. Ahli-ahli kimia menggunakannya untuk berkomunikasi dan untuk mengembangkan keterampilan berpikir, keterampilan proses atau metode ilmiah.

Ketiga aspek representasi kimia mengandung informasi konsep-konsep yang saling berhubungan. Menghubungkan ketiga representasi ini dalam menjelaskan ilmu kimia akan memberikan kontribusi terhadap pemahaman siswa yang tergambar dalam model mental individu mereka tentang fenomena kimia yang terjadi.

Pemisahan pendidikan sains kimia dari kehidupan siswa sehari-hari dapat membuat siswa mengembangkan dua sistem pengetahuan yang tidak sejalan (yang satu digunakan untuk memecahkan masalah sains di sekolah, dan satu lagi untuk kehidupan sehari-hari siswa).

Perbedaan tersebut perlu dijembatani dengan membangun hubungan intertekstual antara pengalaman sehari-hari (situasi nyata) dengan pengalaman belajar siswa di sekolah (aspek makroskopis, submikroskopik dan simbolik), sehingga memberikan kesempatan bagi siswa untuk melihat bagaimana sains di sekolah dihubungkan dengan kehidupannya serta bagaimana pengetahuan sains tersebut diaplikasikan. (Wu, et.al, 2000, Johnstone dalam Treagust, 2002 dan Robinson, 2003).

Aspek konten pembelajaran kimia di sekolah sebaiknya diupayakan untuk merefleksikan jawaban pertanyaan seperti : what are the questions that chemistry asks? How does chemistry obtain its answers? How does this chemistry relate to life?.

Dengan demikian, belajar kimia diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar yang memiliki prospek  lebih lanjut berupa penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan digunakan untuk pemecahan masalah.

Oleh karena itu melalui pembelajaran kimia, siswa dibekali dengan berbagai kemampuan tentang cara mengetahui (how to know) dan cara mengerjakan (how to do) yang dapat membantu siswa untuk memahami alam sekitar secara mendalam dan mendukung kemampuan pemecahan masalah (keterampilan berpikir tingkat tinggl).

Guru perlu memfasilitasi siswa agar dapat mengembangkan sejumlah keterampilan proses dan inkuiri ilmiah sehingga siswa mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar melalui pembelajaran kimia.

Melalui inkuiri, sejumlah keterampilan berpikir dan teknik digunakan untuk menyelidiki (investigating) dan memahami (making sense) alam, yaitu antara lain : mengajukan pertanyaan yang dapat dijawab melalui observasi langsung dan eksperimen atau melalui analisis informasi dan kumpulan data; membandingkan (comparing), meringkas (summarizing), mengklasifikasi (classifying), menginterpretasi (interpreting), mengkritik (critising), mencari asumsi (looking for assumptions), membayangkan (imagining), mengumpulkan dan mengorganisasi data (collecting & organizing data), berhipotesis (hypothesizing), aplikasi fakta dan prinsip dalam situasi baru, pembuatan keputusan (making decision) dan mendisain proyek atau investigasi (designing projects or investigations). (Gallagher, 2007)

Strategi pembelajaran kimia seharusnya menekankan pada memberikan pengalaman belajar pada siswa agar mampu memiliki pemahaman makroskopik, mikroskopik dan simbolik kimia, melalui kegiatan belajar berbasis inkuiri, sehingga dapat mengkaitkannya dan menerapkannya pada konteks kehidupan nyata.

Perluasan tetrahedral kimia pada konteks pendidikan kimia di Indonesia harus diperluas hingga penumbuhan kesadaran terhadap kebesaran Sang Maha Pencipta, seperti digambarkan berikut ini :

clip_image002

Gambar. Model Representasi Tetrahedral Kimia (modifikasi dari Mahaffy, 2004)

Dengan demikian perlu diupayakan peningkatkan kinerja mengajar guru kimia agar memfasilitasi dan menciptakan lingkungan pembelajaran berbasis inkuiri dan karakteristik ilmu kimia yang menekankan pada pengembangan kompetensi yang harus dikuasai siswa dan tidak mengarahkan pada penguasaan siswa terhadap mata pelajaran kimia yang cenderung bersifat akumulatif dan menghafal.

One comment on “Untuk Apa Belajar Ilmu Kimia ?

  1. Ibnu Sina
    01/09/2015

    boleh tau asal jurnal aslinya kah? bismillah, mau mencoba mengangkat topik ini menjadi bahan skripsi..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 12/12/2009 by in Kimia, Laporan Penelitian and tagged , , .

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

Desember 2009
M S S R K J S
    Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Blog Stats

  • 138,094 hits

Arsip

Masukkan alamat E-mail Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 1.205 pengikut lainnya

My facebook

%d blogger menyukai ini: